KUPANG, KAMIS- KPUD Nusa Tenggara Timur (NTT) didemo Forum Anti Korupsi NTT. Mereka menuntut KPUD tidak boleh menerima pasangan calon Gubernur NTT periode 2008-2013, Ibrahim Agustinus Medah yang berpasangan dengan Paulus Moa.
Pendiri Forum Anti Korupsi (FAK) NTT, Ny Joelfina Ndun di halaman Kantor KPUD NTT di Kupang, Kamis (17/4) mengatakan, Ibarahim Agustinus Medah masih berstatus sebagai tersangka, meski Kapolda NTT telah menerbitkan surat perintah pemberihentian penyidikan (SP3).
"FAK NTT tidak berhenti pada SP3 Kapolda NTT. Kami masih naik banding karena itu proses hukum terhadap Medsh belum selesai. KPUD tidak boleh mengesahkan pasangan Medah dan Moa sebagai salah satu peserta calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT," kata Joelfina.
KPUD NTT telah menerima delapan berkas pasangan calon Gubernur NTT yakni Ibrahim Agustinus Medah -Paulus moa (Tulus), Jonathan Nubatonis-Valens Sili Tupen (Talenta), Beny Harman-Alfred Kase (Harkat), Amos Noelaka-Apolos Djara Bonga (Aman), Frans Lebu Raya-Esthon Foenay (Fren), Gaspar Ehok-Julius Bobo (Gaul), Ricard Riwu-Martha Pengko (Camar), dan Alfons Loe Mau-Frans Saleman (Amsal). (KOR)
Sabtu, 19 April 2008
Mitang-Damianus Hampir Dipastikan Menang
MAUMERE, DEMOS NTT- Paket Soda, pasangan calon Sosimus Mitang Wera Damianus hampir dipastikan memenangkan pemilihan langsung kepala daerah dan wakil daerah Kabupaten Sikka berdasarkan rekapitulasi sementara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sikka, hari ini, Kamis (17/4) hingga pukul 19.45 wita.
Paket Soda meraih 47.250 suara (33,16 persen). Penghitunan itu berdasarkan hasil di 477 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 496 TPS secara keseluruhan di Sikka. Di urutan kedua adalah paket Ayo, Alexander Longginus Ignatius Henyo Kerong dengan perolehan 36.331 suara (25,50 persen). Paket Hero, Agustinus R Heny -Remigius Cosmas berada di posisi ketiga mendapatkan 29.009 suara (20,36 persen).
Di urutan keempat adalah paket Mesra , pasangan calon Landoaldus Mekeng - Fransiskus X Sura yang memperoleh 21.057 suara (14,78 persen). Sementara di urutan paling bawah paket Abdi, Hendro Alex Bapa Fransiskus Roberto Diogo yang memperoleh 8.846 suara (6,21 persen). Total suara sah sebanyak 142.493 suara.
Sampai malam ini masih ada 19 TPS yang datanya belum masuk. TPS-TPS itu dari tiga kecamatan, yakni Alok Timur, Lela, dan Talibura. TPS yang datanya terlambat terutama yang terletak di pulau-pulau. Dari sana memakan waktu sekitar 2,5 jam lewat perjalanan l aut sampai di Maumere, kata Ketua KPU Kabupaten Sikka, M Robby Keupung, Kamis, di Sikka. */ant
Paket Soda meraih 47.250 suara (33,16 persen). Penghitunan itu berdasarkan hasil di 477 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 496 TPS secara keseluruhan di Sikka. Di urutan kedua adalah paket Ayo, Alexander Longginus Ignatius Henyo Kerong dengan perolehan 36.331 suara (25,50 persen). Paket Hero, Agustinus R Heny -Remigius Cosmas berada di posisi ketiga mendapatkan 29.009 suara (20,36 persen).
Di urutan keempat adalah paket Mesra , pasangan calon Landoaldus Mekeng - Fransiskus X Sura yang memperoleh 21.057 suara (14,78 persen). Sementara di urutan paling bawah paket Abdi, Hendro Alex Bapa Fransiskus Roberto Diogo yang memperoleh 8.846 suara (6,21 persen). Total suara sah sebanyak 142.493 suara.
Sampai malam ini masih ada 19 TPS yang datanya belum masuk. TPS-TPS itu dari tiga kecamatan, yakni Alok Timur, Lela, dan Talibura. TPS yang datanya terlambat terutama yang terletak di pulau-pulau. Dari sana memakan waktu sekitar 2,5 jam lewat perjalanan l aut sampai di Maumere, kata Ketua KPU Kabupaten Sikka, M Robby Keupung, Kamis, di Sikka. */ant
DPRD NTT Tuding Pertamina Bohong
KUPANG, DEMOS NTT - Kalangan DPRD NTT menilai, Pertamina Cabang Kupang telah membohongi rakyat terkait kelangkaan minyak tanah di daerah itu yang sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. "Seharusnya Pertamina menyampaikan secara jujur kondisi stok bahan bakar minyak tanah, agar masyarakat tidak panik," kata anggota DPRD NTT Viktor Mado Wutun, Adrianus Ndu Ufi, Cendana Abubakar dan Vincen Patah di Kupang, Jumat. Empat anggota DPRD ini dihubungi secara terpisah terkait pernyataan Pertamina Cabang Kupang bahwa stok minyak tanah saat ini aman dan distribusi ke pangkalan-pangkalan berlangsung normal. "Kelangkaan bahan bakar minyak tanah di Kupang saat ini sebagai akibat dari kepanikan masyarakat secara berlebihan setelah membaca dan mendengar pemberitaan di media tentang kelangkaan minyak tanah di daerah lain," kata Wira Penjualan Pertamina Cabang Kupang, Ahmad Hambali. "Pasokan minyak tanah berjalan normal, kalau ada kelangkaan sebenarnya karena masyarakat panik dengan pemberitaan di media tentang kelangkaan BBM minyak tanah di provinsi lain," kata Hambali. Menurut dia, setiap hari Depo Pertamina mensuplai 70-80 ribu liter minyak tanah ke lima agen yang tersebar di wilayah Kota Kupang. Para agen kemudian memasok ke pangkalan-pangkalan minyak tanah sesuai dengan kesepakatan antara agen dan pangkalan. Bahkan akhir pekan lalu, Pertamina menambah pasokan ke pasaran sebanyak 25 ribu liter. Pasokan ini untuk merendam gejolak kelangkaan minyak tanah di Kota Kupang. "Artinya suplai normal bahkan sudah ada penambahan suplai ke pasaran, tetapi tampaknya masyarakat masih saja tetap panik," tambahnya. Menurut Mado Wutun, pernyataan Pertamina itu sangat kontras dengan fakta yang terjadi di lapangan, karena di hampir semua sudut kota terlihat antrian panjang hanya untuk mendapat jatah lima liter minyak tanah. "Bahkan dari hasil pemantauan, ada warga yang sudah berhari-hari menunggu giliran untuk mendapatkan minyak tanah," katanya. Sementara di sejumlah warung, para pedang menjual minyak tanah dengan harga berkisar Rp5.000-Rp6.000 per liter. "Ini fakta yang terjadi di lapangan selama beberapa pekan terakhir," katanya seraya menambahkan, jika Pertamina memiliki stok cukup harus ada tambahan suplai ke pasaran untuk menghilangkan kesan di masyarakat bahwa tidak ada kelangkaan minyak tanah sehingga masyarakat tidak perlu panik. (ANT)
8 Calon Gubernur NTT Periksa Kesehatan
Jumat, 18 April 2008 11:47 WIB
KUPANG, DEMOS NTT-- Delapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT yang mendaftar ke KPU Provinsi NTT menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. WZ Joahannes Kupang, Jumat (18/4/2008).Kedelapan paket dimaksud adalah Ibrahim A Medah - Paulus Moa (Paket Tulus), Frans Lebu Raya - Esthon Foenay (Fren), Alfons Loemau-Frans Salesman (Amsal), Benny K Harman-Alfred M Kase (Harkat), Richard Riwu-Martha Dahlia Pengko (Camar), dan Amos Noelaka-Apolos Djara Bonga (Aman). Dua paket lainnya adalah Gaspar Parang Ehok-Julius Bobo (Gaul) dan Jonathan Nubatonis-Valens Sili Tupen (Talenta).Mereka diperiksa oleh Tim medis yang teridri dari sembilan dokter ahli yang dibantu perawat. Dokter Nyoman Sutama bertindak sebagai ketua tim. Sedangkan sembilan sembilan dokter ahli tersebut, yakni dr. Andreas N Fernandez Lewai, Sp.PD (ketua tim), dr. Rusli, Sp.B; dr. Leonora Johana Tiluata, Sp.JP; dr. Dasliati B. Palloan, Sp.THT; dr. Johana Herlin, Sp.S; dr. Michael Salean, Sp.Rad; dr. Magdalena Tobing, Sp.PK; dr. Ekosusilo Sindarto, Sp.M dan dr. Dickson A. Lengoh. Sp.KJ.Direktris RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, dr.Yovita Anike Mitak, MPH, mengatakan, para calon menjalani pemeriksaan secara lengkap (general check up), di antaranya meliputi, tes kejiwaan (mental), mata, darah dan urine. "Hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada KPU NTT," kata Yovita Mitak. */pk
KUPANG, DEMOS NTT-- Delapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT yang mendaftar ke KPU Provinsi NTT menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. WZ Joahannes Kupang, Jumat (18/4/2008).Kedelapan paket dimaksud adalah Ibrahim A Medah - Paulus Moa (Paket Tulus), Frans Lebu Raya - Esthon Foenay (Fren), Alfons Loemau-Frans Salesman (Amsal), Benny K Harman-Alfred M Kase (Harkat), Richard Riwu-Martha Dahlia Pengko (Camar), dan Amos Noelaka-Apolos Djara Bonga (Aman). Dua paket lainnya adalah Gaspar Parang Ehok-Julius Bobo (Gaul) dan Jonathan Nubatonis-Valens Sili Tupen (Talenta).Mereka diperiksa oleh Tim medis yang teridri dari sembilan dokter ahli yang dibantu perawat. Dokter Nyoman Sutama bertindak sebagai ketua tim. Sedangkan sembilan sembilan dokter ahli tersebut, yakni dr. Andreas N Fernandez Lewai, Sp.PD (ketua tim), dr. Rusli, Sp.B; dr. Leonora Johana Tiluata, Sp.JP; dr. Dasliati B. Palloan, Sp.THT; dr. Johana Herlin, Sp.S; dr. Michael Salean, Sp.Rad; dr. Magdalena Tobing, Sp.PK; dr. Ekosusilo Sindarto, Sp.M dan dr. Dickson A. Lengoh. Sp.KJ.Direktris RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, dr.Yovita Anike Mitak, MPH, mengatakan, para calon menjalani pemeriksaan secara lengkap (general check up), di antaranya meliputi, tes kejiwaan (mental), mata, darah dan urine. "Hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada KPU NTT," kata Yovita Mitak. */pk
Senin, 14 April 2008
DPW PKB NTT Harus Tunduk Pada Keputusan DPP
Kupang, DEMOS NTT Online - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Timur (NTT) harus tunduk pada keputusan DPP partai itu yang telah memutuskan dan menetapkan Benny K Harman-Alfred Kasse sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013.
Langkah politik yang diambil DPW PKB NTT pimpinan Daniel Hurek dengan mendaftar paket Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 di KPUD NTT pada 8 April lalu harus dinyatakan batal demi hukum karena bertolak belakang dengan keputusan tertinggi dari induk organisasinya.
“DPW PKB NTT harus menarik dukungan tersebut di KPUD NTT dan menghormati keputusan DPP PKB yang telah menetapkan Benny K Harman-Alfred Kasse sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013,” kata pengamat hukum dan politik dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nicolaus Pira Bunga SH.MHum di Kupang, Sabtu.
Ketua DPW PKB NTT, Daniel Hurek yang dihubungi secara terpisah mengatakan, pihaknya belum mengambil keputusan untuk “mengamankan” keputusan dari DPP PKB, karena Ketua Dewan Syura DPW PKB NTT, Elias Ludji Pau masih di Jakarta untuk mengonfirmasi ulang soal kejelasan SK DPP PKB tersebut.
Keputusan DPP PKB itu tertuang dalam SK No.3077/DPP-02/IV/A.1/IV/2008 tertanggal 7 April 2008 yang memutuskan dan menetapkan Benny K Harman-Alfred Kasse sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013.
Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Dewan Syura DPP PKB, KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid, Sekretaris Dewan Syura DPP PKB, Muhyidin Aroeboesman, Wakil Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB, Ali Maskur Musa dan Sekjen DPP PKB Yenny Zanuba Wahid.
Pira Bunga yang juga Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Undana Kupang itu mengatakan, pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT pada Juni mendatang memang merupakan hajatannya DPW PKB NTT, namun keputusan dari induk organisasi soal bakal calon, wajib dihormati oleh DPW sebagai satu kesatuan dari organisasi PKB.
Ketua DPW PKB NTT, Daniel Hurek mengatakan, rekomendasi dari DPP PKB soal siapa bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 yang diputuskan, hanyalah merupakan persoalan internal partai belaka, karena Pilgub NTT merupakan hajatannya DPW.
“Soal rekomendasi dari DPP PKB adalah persoalan internal partai sehingga DPW PKB NTT memandang perlu untuk mendaftar paket Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo ke KPUD NTT bersama sejumlah parpol pengusung lainnya,” kata Hurek yang juga Wakil Walikota Kupang itu.
Pira Bunga mengatakan, apapun alasannya organisasi politik di tingkat bawah harus merujuk pada keputusan induk organisasinya karena merupakan satu kesatuan dari organisasi politik tersebut.
“Memang Pilgub NTT merupakan hajatannya DPW tetapi bukan berarti harus mengabaikan keputusan dari tingkat atas. Langkah yang paling elegan adalah menarik dukungan tersebut dan menghormati keputusan DPP PKB yang telah memutuskan dan menetapkan Benny K Harman-Alfred Kasse sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013,” katanya.
Menurut dia, DPW PKB NTT bukan merupakan kendaraan politik pioner paket Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo, karena sebelumnya paket tersebut telah menjadikan PPDI pimpinan John Dekresano sebagai kendaraan politik pioner menuju kursi gubernur-wakil gubernur sebelum berkoalisi dengan PKB, PKPI, Partai Pelopor dan PNBK untuk mengusung paket tersebut. (antara/ntt online)
Langkah politik yang diambil DPW PKB NTT pimpinan Daniel Hurek dengan mendaftar paket Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 di KPUD NTT pada 8 April lalu harus dinyatakan batal demi hukum karena bertolak belakang dengan keputusan tertinggi dari induk organisasinya.
“DPW PKB NTT harus menarik dukungan tersebut di KPUD NTT dan menghormati keputusan DPP PKB yang telah menetapkan Benny K Harman-Alfred Kasse sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013,” kata pengamat hukum dan politik dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nicolaus Pira Bunga SH.MHum di Kupang, Sabtu.
Ketua DPW PKB NTT, Daniel Hurek yang dihubungi secara terpisah mengatakan, pihaknya belum mengambil keputusan untuk “mengamankan” keputusan dari DPP PKB, karena Ketua Dewan Syura DPW PKB NTT, Elias Ludji Pau masih di Jakarta untuk mengonfirmasi ulang soal kejelasan SK DPP PKB tersebut.
Keputusan DPP PKB itu tertuang dalam SK No.3077/DPP-02/IV/A.1/IV/2008 tertanggal 7 April 2008 yang memutuskan dan menetapkan Benny K Harman-Alfred Kasse sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013.
Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Dewan Syura DPP PKB, KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid, Sekretaris Dewan Syura DPP PKB, Muhyidin Aroeboesman, Wakil Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB, Ali Maskur Musa dan Sekjen DPP PKB Yenny Zanuba Wahid.
Pira Bunga yang juga Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Undana Kupang itu mengatakan, pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT pada Juni mendatang memang merupakan hajatannya DPW PKB NTT, namun keputusan dari induk organisasi soal bakal calon, wajib dihormati oleh DPW sebagai satu kesatuan dari organisasi PKB.
Ketua DPW PKB NTT, Daniel Hurek mengatakan, rekomendasi dari DPP PKB soal siapa bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 yang diputuskan, hanyalah merupakan persoalan internal partai belaka, karena Pilgub NTT merupakan hajatannya DPW.
“Soal rekomendasi dari DPP PKB adalah persoalan internal partai sehingga DPW PKB NTT memandang perlu untuk mendaftar paket Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo ke KPUD NTT bersama sejumlah parpol pengusung lainnya,” kata Hurek yang juga Wakil Walikota Kupang itu.
Pira Bunga mengatakan, apapun alasannya organisasi politik di tingkat bawah harus merujuk pada keputusan induk organisasinya karena merupakan satu kesatuan dari organisasi politik tersebut.
“Memang Pilgub NTT merupakan hajatannya DPW tetapi bukan berarti harus mengabaikan keputusan dari tingkat atas. Langkah yang paling elegan adalah menarik dukungan tersebut dan menghormati keputusan DPP PKB yang telah memutuskan dan menetapkan Benny K Harman-Alfred Kasse sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013,” katanya.
Menurut dia, DPW PKB NTT bukan merupakan kendaraan politik pioner paket Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo, karena sebelumnya paket tersebut telah menjadikan PPDI pimpinan John Dekresano sebagai kendaraan politik pioner menuju kursi gubernur-wakil gubernur sebelum berkoalisi dengan PKB, PKPI, Partai Pelopor dan PNBK untuk mengusung paket tersebut. (antara/ntt online)
Langganan:
Postingan (Atom)